TENTANG KITA DAN RINDU YANG BIRU

Sepasang debu yang terbang liar itu adalah kita bersama segenap impian yang telah kita rangkai dalam ringkih hati juga cinta yang kita pahatkan diam-diam pada tepian angan-angan

Kita melayang mengarungi siang, juga malam sementara harapan tersengal-sengal tertinggal dibelakang menggandeng kenangan yang telah luruh satu-satu sepanjang perjalanan

Kita tak kuasa menangkap dan mengumpulkan semua kembali, seperti sediakala hanya membiarkannya menjelma serupa jejak cahaya indah yang kita pandangi dengan rasa masygul tak terkatakan

“Bahkan waktupun tak pernah bisa menyembuhkan luka,” kataku nelangsa saat aku terdampar pada sebuah bintang yang bersinar redup di sebuah malam yang biru dan ikut menggigil, bersama dingin yang hampa juga sunyi yang mendekap rindu…



from: bunda (28 agustus 2010)

Komentar

Postingan Populer